
https://share.google/images/kvbKlejQfj4HsgYZ6
Kuala Lumpur, 27 Oktober 2025 Di tengah hiruk-pikuk diplomasi dan kilatan kamera para jurnalis, satu momen kecil mencuri perhatian di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC). Presiden Indonesia Prabowo Subianto tampak menggandeng tangan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, ketika keduanya melangkah naik ke panggung utama.
Gestur sederhana itu terjadi menjelang sesi foto bersama para pemimpin ASEAN, Minggu (26/10). Dari ruang tunggu, Prabowo berjalan berdampingan dengan Sultan Bolkiah menuju plenary hall. Di tangga panggung, Prabowo spontan meraih tangan sang Sultan, seolah ingin memastikan langkah mereka tetap seirama. Keduanya terlihat berbincang ringan, diselingi senyum yang hangat.
Momen tersebut bukan sekadar basa-basi diplomatik. Di balik genggaman tangan itu, banyak yang melihat simbol keakraban dua negara yang sudah lama menjalin hubungan erat baik di bidang ekonomi, pertahanan, maupun kebudayaan. Bagi sebagian pengamat, tindakan Prabowo mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan penuh empati terhadap sesama pemimpin ASEAN.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana hangat, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Dalam pidato pembukaannya, Anwar menyoroti betapa beratnya tahun 2025 bagi kawasan. “ASEAN tetap bertahan bukan karena keseragaman, melainkan karena rasa hormat dan akal sehat yang menyatukan kita,” ujarnya.
Di sela-sela forum resmi, Prabowo juga berpartisipasi dalam rangkaian KTT ASEAN Plus — mulai dari pertemuan dengan Jepang, India, hingga Amerika Serikat. Isu persaingan global, ketahanan energi, dan stabilitas kawasan menjadi fokus pembahasan.
KTT kali ini juga menandai langkah baru dalam sejarah ASEAN dengan disahkannya keanggotaan penuh Timor Leste sebagai negara ke-11. Prabowo turut menandatangani deklarasi penerimaan bersama para pemimpin ASEAN lainnya.
Namun di antara sederet agenda politik dan pernyataan diplomatik, justru gestur kecil di tangga panggung itu yang paling membekas. Genggaman tangan Prabowo dan Sultan Bolkiah menjadi simbol bahwa kerja sama regional tidak hanya dibangun lewat perjanjian dan protokol, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan dan rasa saling menghormati antar pemimpin bangsa.





Leave a Reply