Tren photobooth di Indonesia tidak berdiri sendiri. Salah satu pengaruh yang mudah terlihat adalah popularitas gaya Korean-inspired photo booth, terutama format strip dan frame yang sangat visual.
Korea.net pada 2023 mencatat bahwa tren four-cut photo sudah meluas ke luar Korea. Artikel tersebut menyebut brand Korea seperti Life4Cut dan Photomatic membuka cabang di berbagai negara, sementara di Indonesia muncul brand lokal seperti Photograms dan Palette ID.
Perkembangan di Indonesia kemudian mengambil bentuk sendiri. Photobooth hadir di pusat perbelanjaan, kawasan nongkrong, acara musik, pernikahan, hingga ruang komersial lain.
Pada 2025, 20Detik bahkan membuat liputan khusus tentang hunting photobooth di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dan menyebut kawasan itu dipenuhi pilihan booth dengan tema serta harga yang beragam.
Yang menarik adalah bagaimana photobooth mulai menjadi bagian dari perjalanan nongkrong. Orang bisa makan, ngopi, berjalan-jalan, lalu menyempatkan diri masuk booth untuk membawa pulang bukti visual dari hari tersebut.
Kolaborasi brand juga ikut memperluas pasar. Pada 2024, misalnya, Glico Wings bekerja sama dengan Selfie Time untuk membuat frame khusus dalam kampanye produknya. Menurut keterangan yang dipublikasikan Kompas, frame tersebut tersedia di lebih dari 30 outlet Selfie Time di Indonesia.
Artinya, photobooth di Indonesia bukan hanya berkembang sebagai tempat foto. Ia mulai berfungsi sebagai media kolaborasi antara entertainment, lifestyle, fandom, retail, dan pemasaran.
Dari Seoul sampai Jakarta, bentuknya mungkin mirip. Namun ketika masuk ke Indonesia, photobooth mendapatkan kebiasaan lokal: dipakai saat hangout, event, konser, ulang tahun, kencan, dan berbagai momen yang ingin dibuat lebih berkesan.





Leave a Reply