
Sumber : For Your Plate
Bika Ambon adalah kue berwarna kuning dengan tekstur berongga dan aroma harum daun jeruk, telah menjadi salah satu kuliner khas yang paling dikenal dari Sumatra Utara, khususnya Medan. Oblikers pada tau ga sih kalau makanan satu ini asal-usulnya menyimpan cerita sejarah yang unik?
Nama yang Membuat Berfikir dua kali
Mungkin oblikers mengira kue ini berasal dari Ambon karna namanya “Bika Ambon”. Meski namanya “Ambon”, kue ini tidak berasal dari kota Ambon di Maluku. Sejarah mencatat bahwa Bika Ambon pertama kali dibuat dan populer di sebuah kawasan di Medan yang bernama Jalan Ambon, tepatnya di sekitar daerah Sei Kera, pada abad ke-20. Banyak penjual kue ini yang berjualan di sana, dan seiring waktu, nama lokasi itu melekat pada kue yang mereka jajakan. Jadilah namanya “Bika Ambon”.
Inspirasi dari Kue Tradisional Tionghoa
Konon, Bika Ambon terinspirasi dari kue khas Tionghoa bernama kue bakang, yang kemudian dimodifikasi oleh masyarakat lokal dengan menambahkan santan, daun jeruk, serai, dan ragi. Proses fermentasi ini yang menciptakan rongga-rongga khas di dalam kue tekstur yang unik dan menjadi ciri khasnya.
Makna Budaya dalam Setiap Irisannya
Bika Ambon bukan cuma enak dan harum, tapi juga punya makna budaya yang dalam:
- Inovasi dan Adaptasi: Perpaduan budaya lokal dan Tionghoa mencerminkan kemampuan masyarakat Medan untuk berinovasi dalam kuliner.
- Kesabaran dan Ketelatenan: Proses pembuatannya yang panjang mulai dari fermentasi hingga pemanggangan melambangkan nilai kesabaran.
- Kehangatan Keluarga: Bika Ambon sering hadir di meja saat hari raya dan acara keluarga, menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan.






Leave a Reply