Perkembangan media sosial yang makin hari makin tak terkendali menimbulkan berbagai hal yang berbeda pada setiap penggunanya. Banyak yang mengalami dampak positif dari perkembangannya. Namun, tak sedikit juga yang harus mengalami hal-hal kurang baik atau dampak-dampak yang harusnya dihindari.

Di penghujung tahun 2024, muncul istilah-istilah baru yang mulai masyarakat rasakan. Istilah yang muncul karena fenomena sosial akibat semakin berpengaruhnya media sosial bagi masyarakat. Masyarakat lintas generasi harus mengalami fenomena ini, jadi bukan hanya Generasi Z, tetapi juga Generasi Millenial dan Baby Boomer, bahkan Generasi Alpha. Fenomena itu adalah jam koma dan brain rot.

Baca Juga :
Cara Mengatasi Stres dengan Mudah dan Efektif
Zona Nyaman Belum Tentu Nyaman !! Ini 10 Tips untuk Menghindarinya

Istilah-istilah ini muncul akibat adiksi media sosial yang saat ini tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Tidak hanya usia lanjut yang mengalami hal ini, akan tetapi anak-anak muda juga sudah mulai merasakan dampak ini.

Sebenarnya apa sih fenomena jam koma dan brain rot ini? Berbahayakah bagi pengguna media sosial? Bagaimana menghindari ini?

Mengenal Jam Koma

Koma sendiri merajuk pada istilah medis yang berarti kondisi seseorang mengalami hal antara sadar dan tidak sadar. Penyebabnya adalah kondisi kelelahan berlebih. Jadi jam koma sendiri adalah sebuah istilah non-formal yang menggambarkan kondisi seseorang yang sedang super lelah. Istilah ini menurut penjelasan Novita Tandry, seorang Psikolog dalam wawancaranya pada channel YouTube DAAI Magazine dalam program Halo Indonesia.

Gejala jam koma bisa kamu ketahui dengan emosi yang naik turun seperti roll coster dan kecemasan. Penyebabnya tentu tidak jauh dari aktivitas sehari-hari yang kurang sehat. Seperti kurang tidur, adiksi pada media sosial berlebih atau terlalu banyak di depan layar komputer dan gadget. Aktfitas yang sangat mempengaruhi kondisi jam koma adalah akibat konsumsi gula berlebih. Kondisi jam koma ini biasanya terjadi setelah makan siang.

Hal-hal yang terjadi ketika seseorang mengalami jam koma di antaranya, lupa, misal lupa meletakkan barang yang sebelumnya disimpan di suatu tempat, dan tiba-tiba kehilangan fokus dalam melakukan suatu hal.

Untuk menghindari jam koma hal yang paling penting adalah menjaga asupan makan dan istirahat yang cukup. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk scrolling media sosial di waktu-waktu istirahat. Dengan menjaga kesehatan fisik tentu akan berpengaruh juga pada kesehatan mental.

Apa itu Brain Rot?

Brain Rot (dibaca brain rat) merupakan istilah non-formal yang kini tengah populer. Ini menggambarkan sebuah fenomena kerusakan otak akibat adiksi media sosial yang memiliki nilai kualitas konten rendah. Rendah dalam artian tidak mendidik dan tidak ada nilai-nilai pesan moral baik.

Mengutip wawancara Finandita Utari, Psikolog dalam program Halo Indonesia channel YouTube DAAI Magazine, mengatakan “brain rot Ini adalah sebuah istilah atau bahasa kiasan yang untuk menunjukkan kondisi seseorang yang “mengalami tanda kutip kerusakan otak “kerusakan otak” atau memang gangguan yang terjadi di otak akibat penggunaan media sosial secara berlebih. Sehingga dikaitkan dengan ilmu psikologi adalah kondisi-kondisi kesehatan mental yang menurun akibat konsumsi media sosial secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang”.

Kondisi ini tidak hanya mengintai generasi muda saja yakni Gen-Alpha dan Gen-Z, tetapi juga semua pengguna media sosial. Walaupun di satu sisi, media sosial bisa menjadi teman hiburan masyarakat. Ada baiknya membatasi penggunaannya adalah penting untuk kebaikan otak kita.

Untuk menghindari kondisi brain rot lakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Batasi Penggunaan Gadget
    Jika hanya untuk hiburan sebaiknya kamu menentukan batasan durasi. Kamu juga bisa menggunakan pembatasan pada aplikasi tertentu untuk membantu.
  • Ubah Kebiasaan dengan membuat Jadwal Kegiatan
    Ini akan membantumu melakukan hal-hal yang akan kamu fokuskan. Mana yang menjadi prioritas mana yang bisa ditunda akan terlihat jika kamu membuat jadwal.
  • Lakukan Detox Digital
    Jika kamu merasa durasi screen time kamu berlebih, ada baiknya kamu melakukan detox digital dengan melakukan kegiatan tanpa gadget sehari dalam seminggu misalnya.
  • Lakukan Refleksi Diri
    Kamu bisa memulai dengan mengenali diri kenapa membutuhkan sosial media? Apa saja yang kamu dapat dari menggunakan sosial media? Seberapa besar media sosial berdampak pada mentalmu? dan pertanyaan lainnya.
  • Lakukan Lebih Banyak Interaksi Nyata dengan Lingkungan Sekitarmu
    Ini adalah hal yang paling penting, dengan berkomunikasi dengan orang-orang disekitarmu setidaknya akan mengalihkanmu dari iterasi media sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Semoga tulisan ini membantu memahami apa itu jam koma dan brain rot ya.

Salam Literasi,



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading