Aksi para pemain film Agak Lain mengenakan kostum hantu berlangsung di kawasan Car Free Day Jakarta, tepatnya di sepanjang Sudirman–Thamrin. Lokasi ini dipilih karena setiap akhir pekan selalu dipadati warga dari berbagai latar belakang, sehingga pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan bisa menjangkau lebih banyak orang secara langsung di ruang publik.

Ide penggunaan kostum hantu sendiri berawal dari momen santai saat para pemain Agak Lain melakukan siaran langsung di Instagram. Di tengah obrolan iseng tersebut, Jegel melontarkan celetukan untuk menggalang dana sambil mengenakan kostum hantu yang menjadi ciri khas film mereka. Candaan yang awalnya muncul spontan itu kemudian disambut serius oleh para pemain dan tim, hingga akhirnya benar-benar diwujudkan.

Penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Para pemain memanfaatkan momentum keramaian CFD sekaligus popularitas film Agak Lain untuk mengajak masyarakat ikut terlibat membantu sesama, dengan pendekatan yang ringan, kreatif, dan tidak menggurui.

Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di beberapa daerah, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak, mulai dari bantuan logistik hingga pemulihan pascabencana.

Lewat aksi yang berawal dari celetukan saat live Instagram tersebut, para pemain Agak Lain ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa lahir dari ide sederhana. Kostum hantu yang menghibur di tengah CFD pun menjadi pintu masuk untuk mengajak publik lebih peduli dan mau berbagi dengan cara yang lebih membumi.



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading