
Pandawara Group kembali jadi bahan obrolan hangat di media sosial setelah melontarkan ide yang tidak biasa: mengajak masyarakat patungan untuk membeli hutan. Unggahan itu awalnya terdengar seperti candaan spontan, tetapi ternyata langsung memicu diskusi luas. Warganet membahasnya dari berbagai arah mulai yang menganggap ini langkah kreatif untuk menyelamatkan lingkungan, sampai yang skeptis mempertanyakan bagaimana sistem kepemilikannya nanti. Timeline ramai bukan main, seolah satu kalimat dari Pandawara cukup untuk menggerakkan seluruh lini komentar.
Yang membuat pembahasan ini semakin meluas adalah munculnya dukungan dari beberapa figur publik. Denny Caknan secara terbuka menyatakan kesiapannya membantu, menyebut bahwa gerakan semacam ini perlu didorong bersama. King Abdi, yang belakangan dikenal lewat gaya hidup penuh perhatian terhadap isu sosial, ikut memberikan respons positif dan mengatakan bahwa gerakan kolektif seperti ini menarik untuk diwujudkan. Denny Sumargo juga tak ketinggalan; ia menyampaikan bahwa inisiatif publik untuk menjaga ruang hijau adalah langkah besar, dan ia siap ikut mendukung jika jalur legal serta transparansinya jelas.
Respons selebritas ini semakin menambah dinamika pembicaraan. Warganet mulai membayangkan bagaimana bentuk gerakan “membeli hutan” jika benar direalisasikan. Ada yang menganggap ini peluang masyarakat untuk ikut menjaga ekosistem, ada yang membayangkan bagaimana pengelolaan dan kepemilikan akan dibagi, dan ada pula yang membahas kemungkinan kerja sama dengan lembaga konservasi.
Di sisi lain, skeptisisme tetap muncul, terutama terkait legalitas kepemilikan lahan berhutan dan transparansi dana jika penggalangan benar dilakukan. Namun justru di situlah menariknya: topik yang biasanya hanya dibahas di lingkup aktivis atau akademisi kini menjadi percakapan publik yang ringan tapi luas.
Apa pun hasil akhirnya, ide Pandawara ini sudah berhasil menempatkan isu hutan dalam perbincangan sehari-hari. Dan dengan dukungan dari nama besar seperti Denny Caknan, King Abdi, hingga Denny Sumargo, wacana ini tampaknya belum akan meredup dalam waktu dekat.



Leave a Reply