Beberapa hari terakhir, para pengendara di berbagai wilayah Jawa Timur ramai mengeluhkan motor mereka yang tiba-tiba brebet setelah mengisi bahan bakar Pertalite di SPBU Pertamina. Keluhan muncul dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, hingga Pasuruan.

Banyak pengguna motor mengaku bahwa setelah mengisi Pertalite, mesin jadi tersendat, tenaga berkurang, bahkan ada yang sulit dinyalakan. Fenomena ini langsung viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Dosen Teknik Mesin ITS, Hadi Nur, menjelaskan bahwa penyebab motor brebet tidak selalu karena kualitas BBM yang buruk. Menurutnya, bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara jenis mesin dan bahan bakar yang digunakan. Motor dengan rasio kompresi tinggi seharusnya menggunakan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax, bukan Pertalite yang memiliki RON 90.

Selain itu, beberapa pengendara menduga adanya pencampuran air atau etanol dalam BBM. Namun, Pertamina membantah hal tersebut dan memastikan bahwa seluruh produk yang keluar dari terminal distribusi masih sesuai dengan spesifikasi atau “on spec”.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di beberapa SPBU dan terminal BBM seperti Tuban dan Surabaya. Hasilnya, kualitas Pertalite dinyatakan sesuai standar. Pertamina juga membuka posko layanan konsumen di sejumlah lokasi untuk menampung laporan dari masyarakat yang mengalami masalah serupa.

Pihak Pertamina meminta masyarakat untuk menyertakan bukti seperti struk pembelian dan lokasi SPBU jika mengalami kendala setelah mengisi BBM. Langkah ini diambil agar investigasi lebih akurat dan cepat ditindaklanjuti.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menurunkan tim ke lapangan untuk menelusuri penyebab fenomena ini. Pemeriksaan mencakup uji laboratorium terhadap sampel BBM dari SPBU yang dilaporkan bermasalah.

Meski laporan motor brebet cukup banyak, hingga kini belum ditemukan bukti kuat bahwa penyebabnya berasal dari kualitas BBM Pertamina. Sebagian ahli menduga faktor mesin dan kondisi SPBU juga bisa berperan. Pemerintah dan Pertamina masih terus menyelidiki agar masyarakat mendapatkan kepastian.

Bagi pengendara, disarankan untuk menggunakan bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan memastikan mengisi di SPBU resmi yang memiliki perawatan tangki baik. Jika motor tiba-tiba brebet, segera periksa filter bahan bakar dan injektor di bengkel resmi.



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading