
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia bisa mengubah sampah menjadi listrik dalam waktu dua tahun ke depan. Langkah ini dimulai lewat pembangunan fasilitas pengolahan limbah di 34 kota besar di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menangani masalah sampah nasional yang semakin mendesak, terutama di daerah dengan volume sampah tinggi seperti Bantar Gebang, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Kebijakan ini diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan. Dalam aturan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa sampah bukan lagi sekadar beban lingkungan, melainkan sumber energi baru yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, bioenergi, hingga bahan bakar terbarukan. Kota-kota dengan produksi sampah minimal 1.000 ton per hari akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya akan membantu mengurangi tumpukan sampah yang selama ini mencemari lingkungan, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan citra kota yang bersih. Ia mencontohkan Bali sebagai destinasi wisata utama yang membutuhkan sistem pengelolaan sampah modern agar tetap menarik bagi wisatawan. Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber energi baru yang ramah lingkungan.
Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Berdasarkan catatan sebelumnya, proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Indonesia sempat berjalan lambat. Dari dua belas kota yang direncanakan dalam program serupa beberapa tahun lalu, hanya dua yang berhasil mengoperasikan fasilitasnya dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan kesiapan teknologi, pembiayaan, serta koordinasi antara pusat dan daerah agar target dua tahun ini benar-benar tercapai.
Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang energi masa depan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen pelaksanaan di lapangan dan kemampuan berbagai pihak untuk bekerja sama secara konsisten. Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang berhasil mengubah sampah menjadi sumber listrik bersih dalam waktu singkat.



Leave a Reply