sc : https://share.google/images/hNW6CU6jLNGoDb734

Beberapa waktu terakhir, TikTok rame banget sama jajanan kaki lima yang namanya cindog atau aci telur. Jajanan ini sebenarnya simpel adonan aci tipis digoreng bareng telur, lalu ditambah bumbu saus pedas manis, sambal, atau bubuk cabai biar makin menggoda. Meskipun bahan-bahannya sederhana, cindog viral karena tampilannya menggugah selera dan sensasi makannya unik kenyal dari aci, gurih dari telur, dan pedas manis dari bumbu.

Kalau dilihat dari sisi manfaat, cindog ternyata nggak cuma soal rasa. Aci yang berasal dari tepung kanji itu sumber karbohidrat yang cepat dicerna. Journal of Food Science and Technology (2017) menuliskan bahwa karbohidrat sederhana bisa jadi energi instan untuk tubuh, cocok banget buat cemilan di sela aktivitas. Lalu ada telur, yang menurut Journal of Nutrition (2018) mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino lengkap. Protein ini penting banget untuk perbaikan sel, metabolisme, dan bikin kenyang lebih lama. Jadi, meski kelihatan sederhana, cindog tetap punya sisi mengenyangkan dan memberi energi.

Tapi di balik kelezatan dan hype-nya, ada juga hal yang perlu diperhatikan. Tepung kanji itu rendah serat, jadi kalau terlalu sering dikonsumsi bisa bikin pencernaan kurang lancar. Ditambah lagi, cara masaknya yang digoreng bikin kandungan kalorinya tinggi. American Journal of Clinical Nutrition (2015) menegaskan kalau konsumsi gorengan secara berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Belum lagi saus instan atau bubuk cabai kemasan yang biasanya tinggi garam dan gula. WHO (2020) memperingatkan bahwa konsumsi sodium berlebihan erat kaitannya dengan hipertensi.

Jadi, bisa dibilang cindog ini jajanan yang asik banget buat dicoba, apalagi kalau lagi nongkrong atau sekadar ikutan tren TikTok. Tapi tetap bijak ya, inces. Sesekali nggak masalah, asal jangan sampai jadi makanan sehari-hari. Imbangi juga dengan makanan bergizi lain seperti sayur, buah, dan minum air putih cukup.

Karena pada akhirnya, makanan viral boleh dinikmati, tapi kesehatan tetap nomor satu.




Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading