
Semua orang tentu ingin memperoleh pekerjaan dengan gaji yang bagus tapi tidak membuat stress. Di era digital yang terus berkembang, Generasi Z atau Gen Z mulai mendefinisikan ulang konsep pekerjaan ideal melalui tren yang dikenal sebagai “Lazy Girl Jobs”. Tren ini merefleksikan keinginan para generasi muda yang ingin kehidupan profesional jadi lebih seimbang dan fleksibel serta memperoleh penghasilan yang stabil.
- Apa itu Lazy Girl Jobs?

Lazy Girl Jobs adalah pekerjaan yang melibatkan sedikit aktivitas fisik atau interaksi pribadi dan menyediakan jam kerja yang fleksibel.
Istilah Lazy Girl Jobs mulai dipopulerkan oleh Gabrielle Judge. Stereotip “lazy” dalam konteks ini tidak merujuk pada kemalasan secara harfiah, melainkan mencari jalur karier di mana work life balance, yakni: pekerjaan yang relatif ringan, minim tekanan, bisa dikerjakan secara remote, dan tidak menyita energi mental secara berlebihan. Cocok untuk mereka yang ingin tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.
- Alasan Tren Ini Muncul di Kalangan Gen Z
Platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram, menjadi kendaraan utama dalam menyebarkan tren ini ke seluruh dunia. Dan ada beberapa faktor yang memicu tren ini muncul di sosial media.
- Efek dari Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 memainkan peran penting dalam mempercepat popularitas tren ini. Selama masa karantina, banyak pekerja terutama generasi muda yang menyadari bahwa mereka bisa tetap produktif tanpa harus bekerja dari kantor atau mengikuti jam kerja yang ketat. - Kelelahan Kolektif (Burnout)
Tekanan kerja, jam lembur, dan ekspektasi berlebihan membuat banyak profesional muda merasa burnout. Maka muncullah keinginan untuk mencari pekerjaan yang lebih ringan dan “akal sehat”. - Prioritas Baru
Gen Z lebih mementingkan keseimbangan hidup, fleksibelitas, dan kesehatan mental.
- Karateristik Lazy Girl Jobs
Setiap generasi memiliki budaya dan suasana tempat kerja masing-masing. Hal itu tentu juga dirasakan para gen Z yang memasuki dunia kerja. Tren ini menonjol dengan sejumlah karakteristik unik yang membedakan dari model kerja tradisional, sebagai berikut:
- Fokus pada Keseimbangan Hidup dan Kerja
Tren ini mengutamakan keseimbangan hidup, dengan memilih pekerjaan yang tidak menyita banyak waktu atau energi agar bisa lebih menikmati waktu luang. - Tuntutan Pekerjaan yang Minimal
Pekerjaan dalam kategori ini cenderung memiliki tuntutan rendah, baik dari segi tekanan maupun tanggung jawab. - Bekerja dari Rumah sebagai Pilihan Utama
Bekerja secara remote memberikan kebebasan yang lebih besar dalam mengatur jadwal dan rutinitas sehari-hari.
- Ini Soal Pilihan, bukan Kamalasan
Meski terdengar santai, Lazy Girl Job bukan soal malas, tapi soal sadar: hidup tak harus habis untuk kerja yang menguras segalanya.
Setiap orang berhak memilih cara bekerja yang selaras dengan hidupnya—entah itu penuh ambisi, atau cukup untuk menjaga kewarasan.
Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa sibuk kita, tapi apakah kita masih bahagia menjalaninya.
Ratna Dewi Septiana




Leave a Reply