Semua orang tentu ingin memperoleh pekerjaan dengan gaji yang bagus tapi tidak membuat stress. Di era digital yang terus berkembang, Generasi Z atau Gen Z mulai mendefinisikan ulang konsep pekerjaan ideal melalui tren yang dikenal sebagai “Lazy Girl Jobs”. Tren ini merefleksikan keinginan para generasi muda yang ingin kehidupan profesional jadi lebih seimbang dan fleksibel serta memperoleh penghasilan yang stabil.

Processed with VSCO with al3 preset

Lazy Girl Jobs adalah pekerjaan yang melibatkan sedikit aktivitas fisik atau interaksi pribadi dan menyediakan jam kerja yang fleksibel.
Istilah Lazy Girl Jobs mulai dipopulerkan oleh Gabrielle Judge. Stereotip “lazy” dalam konteks ini tidak merujuk pada kemalasan secara harfiah, melainkan mencari jalur karier di mana work life balance, yakni: pekerjaan yang relatif ringan, minim tekanan, bisa dikerjakan secara remote, dan tidak menyita energi mental secara berlebihan. Cocok untuk mereka yang ingin tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.

Platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram, menjadi kendaraan utama dalam menyebarkan tren ini ke seluruh dunia. Dan ada beberapa faktor yang memicu tren ini muncul di sosial media.

  1. Efek dari Pandemi COVID-19
    Pandemi COVID-19 memainkan peran penting dalam mempercepat popularitas tren ini. Selama masa karantina, banyak pekerja terutama generasi muda yang menyadari bahwa mereka bisa tetap produktif tanpa harus bekerja dari kantor atau mengikuti jam kerja yang ketat.
  2. Kelelahan Kolektif (Burnout)
    Tekanan kerja, jam lembur, dan ekspektasi berlebihan membuat banyak profesional muda merasa burnout. Maka muncullah keinginan untuk mencari pekerjaan yang lebih ringan dan “akal sehat”.
  3. Prioritas Baru
    Gen Z lebih mementingkan keseimbangan hidup, fleksibelitas, dan kesehatan mental.

Setiap generasi memiliki budaya dan suasana tempat kerja masing-masing. Hal itu tentu juga dirasakan para gen Z yang memasuki dunia kerja. Tren ini menonjol dengan sejumlah karakteristik unik yang membedakan dari model kerja tradisional, sebagai berikut:

Meski terdengar santai, Lazy Girl Job bukan soal malas, tapi soal sadar: hidup tak harus habis untuk kerja yang menguras segalanya.
Setiap orang berhak memilih cara bekerja yang selaras dengan hidupnya—entah itu penuh ambisi, atau cukup untuk menjaga kewarasan.
Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa sibuk kita, tapi apakah kita masih bahagia menjalaninya.

Ratna Dewi Septiana



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading