
https://images.app.goo.gl/J8LwsGcutddXLK4X6
Di tengah dunia yang makin bising oleh notifikasi, scroll tanpa akhir, dan algoritma yang bikin overthinking, muncul satu tren tak terduga: anak-anak muda Indonesia, terutama Gen Z, mulai kembali ke ponsel lawas seperti BlackBerry.
Bukan karena ingin tampil retro semata, tapi karena ingin detoks digital secara sadar. Di era TikTok dan Instagram Reels yang tak pernah berhenti, mereka merasa perlu jeda dari dunia digital yang melelahkan.
Fenomena ini pertama terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Banyak Gen Z mengaku jenuh, bahkan cemas, karena terus merasa harus online dan update. Solusinya? Ganti smartphone mereka dengan ponsel jadul yang cuma bisa digunakan untuk SMS, telepon, dan main Brick Breaker.
Seorang mahasiswa di Jakarta bilang:
“BlackBerry ini beneran penyelamat. Nggak ada lagi kebiasaan scroll sebelum tidur. Kepala lebih adem, hidup lebih nyata.”
Menariknya, tren ini mulai menyebar ke kota-kota lain, termasuk Jember. Di kampus, di café, bahkan di angkot, mulai terlihat anak-anak muda mengetik dengan tenang di keyboard fisik BlackBerry. Bukan untuk update status, tapi untuk benar-benar terhubung dengan orang sekitar — atau sekadar menulis catatan pribadi.
Rani, mahasiswi semester 4 di Jember, membagikan pengalamannya:
“Awalnya cuma iseng coba BB second dari marketplace. Tapi lama-lama malah betah. Hidupku lebih tenang, nggak terus-terusan bandingin diri sama hidup orang lain di story atau Reels.”
Yang menarik, pilihan mereka bukan bentuk pelarian, tapi langkah sadar untuk hidup lebih mindful. Banyak yang tetap aktif kuliah dan kerja, tapi sekarang lebih fokus, lebih produktif, dan lebih waras.
Detoks digital dengan cara ini bukan cuma tren, tapi juga bentuk perlawanan Gen Z terhadap tekanan sosial media. Bukan berarti anti-teknologi, tapi belajar mengelola teknologi agar tidak mengendalikan hidup.
Kalau kamu juga mulai merasa penat, mungkin ini waktunya mencoba gaya hidup digital minimalis seperti mereka. Mulai dari hal sederhana, seperti mengatur waktu layar, sampai kembali ke ponsel yang fungsional tapi bebas distraksi.




Leave a Reply