Di tahun 2025, pelajar mahasiswa di Indonesia masih didominasi kalangan Gen-Z. Jika dihitung dari usia kelahiran, maka perguruan negeri dan swasta pada 2025 akan menerima mahasiswa baru kelahiran tahun 2006-2007. Apakah itu kamu yang baca ini?

Bukan masalah usia sebetulnya yang akan kita bahas disini. Tapi aktivitas yang umumnya mahasiswa lakukan, dimana memang pada kenyataannya di dominasi oleh Gen-Z untuk saat ini.

Berikut aktivitas yang banyak dilakukan Gen-Z selain ngampus berdasarkan riset pribadi penulis ya!

1. Jajan di Kantin

Kantin kampus biasanya terletak di lokasi strategis, sehingga mudah dijangkau. Dengan jadwal perkuliahan yang padat, kantin menawarkan solusi praktis untuk mendapatkan makanan dan minuman tanpa harus meninggalkan area kampus.

Bagi Generasi Z, kantin bukan sekadar tempat makan, tetapi juga tempat berkumpul dengan teman-teman. Kebiasaan ini mendukung interaksi sosial yang penting untuk membangun jejaring pertemanan dan mendiskusikan tugas kuliah.

Jajan di kantin bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada kegiatan belajar. Secara positif, kantin menjadi tempat untuk mengisi energi sebelum melanjutkan aktivitas perkuliahan. Selain itu, suasana santai di kantin sering dimanfaatkan untuk diskusi kelompok atau brainstorming tugas. Namun, ada juga sisi negatifnya, seperti godaan untuk menghabiskan waktu lebih lama di kantin sehingga mengurangi fokus pada aktivitas belajar.

Dengan memahami kebiasaan ini, kampus dapat mengelola kantin sebagai ruang yang mendukung keseimbangan antara kebutuhan sosial dan akademik mahasiswa.

2. Nongkrong di Cafe

Nongkrong adalah salah satu hal yang dilakukan mahasiswa. Alasannya karena pulang lebih cepat atau tidak adanya mata kuliah yang harusnya berlangsung. Nongkrong di cafe sudah jadi bagian dari lifestyle generasi sekarang. Minuman seperti kopi kekinian atau boba sering dianggap “wajib” buat di-update di media sosial.

Selain itu, lokasi cafe yang tidak jauh dari kampus juga menjadi alasan apalagi jika memiliki harga sesuai kantong mahasiswa. Cafe menjadi pilihan pertama jika mereka ingin berdiksusi lebih lama atau mengerjakan tugas.

Namun, biasanya mereka akan memilih cafe yang memiliki konsep estetik, free wifi dan punya banyak colokan listrik.

3. Wisata Kuliner

Kuliner adalah hal yang paling banyak diminati masyarakat. Terlebih jika menunya adalah menu favorit. Beberapa jajanan kuliner mahasiswa tidak jauh dari bakso, seblak, mie ayam dan lain sebagainya.

Wisata kuliner tentunya menawarkan kesempatan untuk mencoba makanan atau minuman yang belum pernah dicoba sebelumnya. Apalagi mahasiswa cenderung suka eksplorasi rasa baru, menu baru, apalagi kalau ada menu yang sedang viral atau unik.

Selain menciptakan kebersamaan demi mempererat hubungan antar mahasiswa. Wisata kuliner juga bisa menjadi aktivitas yang positif demi membuat momen-momen kebersamaan yang menyenangkan.

4. Mengikuti Kegiatan Kemahasiswaan

Biasanya untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mengembangkan diri, memperluas jaringan, dan menciptakan pengalaman berharga selama masa kuliah. Mereka bergabung dengan organisasi kampus seperti BEM, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Selain itu ada juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya sesuai minat dan bakat.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan sosial atau volunteering untuk meningkatkan rasa empati dan kontribusi terhadap masyarakat. Beberapa lainnya memilih untuk mengikuti lomba, seminar, atau penelitian untuk mendalami pengetahuan di bidang tertentu. Ini dilakukan juga untuk meraih prestasi yang bisa memperkaya CV.

Secara umum, kegiatan-kegiatan ini membantu mahasiswa mengisi waktu dengan produktif. Selain itu, aktivitas tersebut mempersiapkan mereka menjadi individu yang lebih kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Nah, jadi beberapa aktivitas diatas mungkin menggambarkan kamu hari ini. Jadi, sebagai individu yang sedang mempersiapkan masa depan, mahasiswa juga aktif mengeksplorasi berbagai aktivitas di luar perkuliahan. Aktivitas yang dilakukan tentu harus mendorong mahasiswa lebih produktif ya!

Ingat kata Profesor Stella Wamendikti kita saat ini,

“Mahasiswa adalah arsitek masa depan. Setiap langkah dan aktivitas yang mereka pilih hari ini akan membentuk fondasi kehidupan mereka di esok hari.”

Oleh karena itu, sebaiknya kita mengoptimalkan berbagai peluang. karena kuliah bukan cuma tentang meraih prestasi, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global.



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading