Di jaman sekarang kalau bicara tentang kesehatan mental, rasanya tidak terpisahkan dari Gen Z, ya Oblikers?! Kesehatan mental sendiri sebenarnya sangat penting bagi kehidupan semua orang dan semua kalangan, tak terkecuali generasi muda seperti Gen Z (kelahiran sekitar 1997-2012). Banyak hal yang membuat Gen Z rentan terhadap gangguan mental, ini jauh perbandingannya dengan generasi sebelumnya seperti tekanan sosial, perubahan teknologi yang cepat, dan ketidakpastian masa depan dan beberapa hal lainnya.
Salah satu gangguan mental yang jarang kamu ketahui dan sadari adalah Anoreksia Nervosa. Bahkan Indonesia pernah menduduki posisi ke 4 sebagai negara dengan masyarakat pemilik gangguan makan terbesar di dunia. Waduh, agak bikin worry ya?
Apa Itu Gangguan Makan (Eating Disorder) Anoreksia Nervosa?
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang bisa kamu tandai dengan berat badan yang sangat rendah, rasa takut yang berlebihan pada kenaikan berat badan, dan persepsi yang salah terhadap berat badan. Anoreksia nervosa termasuk gangguan mental yang serius dan tidak boleh dianggap remeh. Ada dua tipe Anoreksia yaitu:
- Restricting Type
Tipe anoreksia di mana seseorang sangat membatasi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, terutama makanan yang mengandung karbohidrat
- Binging and Purging Type
Tipe anoreksia dimana seseorang makan terlalu banyak tapi kemudian dengan sengaja memuntahkannya kembali
Ekspektasi dan tekanan untuk tampil sesuai standar kecantikan di media sosial maupun lingkungan sekitar membuat Gen Z lebih rentan mengalami gangguan makan ini. Penderita gangguan ini biasanya terobsesi untuk memiliki tubuh kurus dan akan melakukan berbagai cara untuk mencapai goals tersebut, Diantaranya :
- Melakukan diet ekstrem
- Membatasi makan dan minum
- Memforsir tubuh dengan melakukan olahraga yang berat dan berlebihan
- Mengkonsumsi obat-obatan seperti penghilang nafsu makan dan obat pencahar
Akibat upaya-upaya yang tidak sehat ini menyebabkan penderita mengalami dehidrasi, kekurangan nutrisi, bahkan bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti gangguan irama jantung. Pengaruh media sosial dan iklan tentang standar kecantikan yang tidak realistis menjadi pendorong utama penderita menginginkan bentuk tubuh yang dilihatnya, yang tanpa kamu sadari justru berdampak buruk dan merugikan diri sendiri. Berikut gejala yang muncul akibat gangguan ini :
- Ketidakmampuan untuk mempertahankan berat badan normal
- Kelelahan
- Insomnia
- Kulit yang menguning atau bercak-bercak
- Rambut menipis atau rontok
- Sembelit
- Kulit kering
- Mengalami tekanan darah rendah
- Perasaan tertekan dan juga mudah marah
Upaya Mengatasi Gangguan Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa dapat kamu atasi dengan psikoterapi. Beberapa jenis psikoterapi yang dapat kamu lakukan adalah terapi perilaku kognitif, terapi berbasis keluarga, dan terapi kelompok.
Selain psikoterapi, penderita anoreksia nervosa terkadang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit karena kondisi fisiknya yang melemah akibat kekurangan nutrisi. Belum ada cara yang pasti untuk mencegah anoreksia nervosa. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menghindari kondisi ini adalah dengan membentuk lingkungan yang suportif dan tidak mengutamakan penampilan fisik. Karena dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar berperan penting bagi penderita khususnya Gen Z untuk mencapai mental yang bagus. Serta bermedia sosial dengan bijak dan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Penulis : Delya Larasati




Leave a Reply