Di era digital, hampir semua hal dalam hidup kita bergantung pada teknologi. Perkembangan teknologi mengubah cara kita berinteraksi dan juga sudut pandang. Namun, hal itu tidak selalu positif. Tren yang sedang berkembang di era Gen Z sekarang adalah Digital Detoxs, yaitu usaha mengurangi penggunaan perangkat digital sementara.

APA ITU DETOXS DIGITAL?

Detoks digital merupakan usaha untuk berhenti sementara menggunakan gadget dan perangkat digital. Selama detoks, kamu disarankan melakukan aktivitas lain tanpa layar. Tujuannya adalah memberi jeda bagi tubuh dan pikiran dari informasi berlebihan. Ini membantu menjaga keseimbangan antara dunia maya dan nyata, serta memulihkan diri dari kelelahan mental.

KENAPA HARUS MELAKUKAN DETOXS DIGITAL?

Digital Detox semakin populer karena banyak orang merasakan dampak buruk dari terlalu banyak waktu di layar, seperti mata lelah, stres, dan kecemasan. Di Indonesia, acara seperti “Digital Detox Retreat” di tempat wisata alam mulai banyak diadakan. Banyak orang memilih untuk mematikan gadget selama akhir pekan. Melakukan digital detox memberikan banyak manfaat untuk kesehatan mental dan fisik.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

  • Mengurangi Stres dan Kecemasan
  • Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
  • Meningkatkan Citra Diri dan Harga Diri
  • Membantu Mengatasi Depresi
  • Mengurangi Masalah Kesehatan Fisik
  • Meningkatkan Kualitas Tidur

Itulah mengapa dengan memberikan jeda waktu pada tubuh dan pikiran dari dunia digital akan membuat tubuh lebih rileks dan psikologi lebih sehat.

Digital detox mencerminkan dua sisi dari kemajuan teknologi. Media sosial memudahkan informasi dan koneksi, tetapi juga dapat menyebabkan tekanan psikologis. Individu perlu sadar dalam menggunakan teknologi untuk kesejahteraan mental dan kualitas hidup.

CARA MEMULAI DIGITAL DETOX

Mulai Digital Detox mungkin terdengar sulit, terutama bagi mereka yang kerjaannya memang terkait dengan teknologi. Ada beberapa tanda untuk memulai digital detox, seperti memeriksa smartphone terus-menerus, merasa cemas tanpa smartphone, begadang untuk berselancar, dan menurunnya konsentrasi. Ada beberapa cara untuk mengurangi ketergantungan digital detox.

1. Fokus pada satu gadget

“Multitasking bukan hanya soal mengerjakan banyak hal, tapi lebih pada bagaimana kita berpindah dari satu tugas ke tugas lain. Jika Anda terganggu saat bekerja, otak membutuhkan waktu ekstra untuk kembali fokus,” -Jesse Fox
Kebiasaan multitasking, seperti memeriksa ponsel sambil bekerja, ternyata dapat mengganggu konsentrasi dan memperlambat proses berpikir kita.

2. Evaluasi perangkat digital

Bisa dimulai dengan membuat list yang berisi alat teknologi yang biasa digunakan setiap hari, baik smartphone, laptop hingga aplikasi.

3. Tentukan durasi detox

Kita bisa menggunakan aturan 20-20-20 atau setiap 20 menit, alihkan pandanganmu pada objek lain yanng ada disekitarmu yang jaraknya 20 langkah dari tempatmu berdiam diri selama 20 detik.

4. Batasi media sosial

Sesuatu yang berlebihan memanglah tidak baik. Untuk itu dalam konteks ini kamu bisa menerapkan hal-hala berikut ini:
– Aktifkan screen time
– Matikan notifikasi
– Aktifkan night mode menjelang tidur

5. Buat zona bebas gadget

Kamu bisa melakukannya dengan cara meluangkan waktu setiap hari tanpa gadget. misalnya dengan cara menyalurkan hobi, berolahraga memasak dan lain-lain. Karena, ada banyak hal kegiatan alternatif positif yang dapat membantumu untuk membuat zona dengan gadget.

Digital Detox bukan berarti menghilangkan teknologi, tetapi menggunakan dengan bijak. Ini tentang memilih kapan terhubung dan kapan istirahat. Digital detox menciptakan keseimbangan antara kehidupan online dan offline. Dengan membatasi waktu di perangkat digital, kita menjaga kesehatan mental dan fisik. Manfaatnya termasuk mengurangi stres dan meningkatkan tidur. Oleh karena itu, lakukan digital detox secara teratur untuk menjaga kualitas hidup.

Ratna Septiana



Informasi Penulis

Leave a Reply

FYP!

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

Discover more from Oblik.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading